Muhasabah Menyikapi Tahun Baru Agar Tidak Menjadi Orang Yang Merugi

Muhasabah Menyikapi Tahun Baru Agar Tidak Menjadi Orang Yang Merugi

Alhamdulillah sampai saat ini Allah masih memberikan kita nikmat panjang umur.

Panjang Umur itu merupakan nikmat dari Allah yang patut disyukuri, Bagaimana Cara Mensyukurinya?

QS.14 : 7

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Jika kita tidak mensyukuri nikmat panjang umur yang telah diberikan oleh Allah, maka hati-hati nanti umur kita yang akan mengazab kita.

Makna syukur, syukur artinya berterima kasih kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Karena apapun nikmatnya semuanya dari Allah.

QS.4 : 79

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. dan cukuplah Allah menjadi saksi.

Wujud syukur kita kepada Allah adalah memanfaatkan nikmat yang telah diberikan oleh Allah sesuai dengan yang diberikan-Nya. Allah memberikan nikmat panjang umur, Apa tujuan Allah memanjangkan umur kita?

Apa wujud syukur dalam memanfaatkan umur sesuai dengan keinginan yang telah memberikan umur kita?

Mari Kita sama2 mencari jawabannya

Umur kita sudah ditentukan waktunya dan ditulis dalam lauh mahfudz..

QS. 35 : 11

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

Jatah kita sudah tercatat belum? Sudah..

Kembali kepada pertanyaan. Apa tujuan Allah memberikan nikmat panjang umur kepada kita? yuk kita liat ayatnya..

(QS. 35 : 37)

Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami niscaya Kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah Kami kerjakan”. dan Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Siapa yang   berteriak di neraka, ayat ini pasti tidak? Pasti..   Kenapa Allah memberitahu kita hal ini ? Apa maksudnya? Agar kita tidak sampai berteriak-teriak di neraka.. jangan sampai kita mengalami hal itu. Berarti Allah sayang tidak sama kita?  Amat Sayang..

Apa yang diteriakannya? Ungkapan penyesalan.. meminta perpanjangan waktu. Minta diberikan umur panjang. Tapi sudah telat..

Nah kita masih diberikan umur panjang.. maka Allah menginginkan supaya kita jangan sampai menyesal dikemudian hari

Tetapi  Allah balik bertanya didalam firmannya tersebut.. “ Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir….. umurmu digunakan untuk apa?”

Kenapa Allah memberikan kita panjang umur? Supaya berpikir.. disuruh mikir.. Apakah kita bisa memikirkannya? Bisa..

Cuma apa yang dipikirin oleh kita? Apa yang harus kita pikirkan? Cabe rawit yang 70000 kah? Apakah harga barang yang terus naik kah? Atau  gaji yang tidak naik-naikkah?

Allah bertanya kembali didalam firmanNya tersebut .. “ apakah tidak datang kepada kamu pemberi peringatan?

Jadi dengan cara apa kita  mensyukuri nikmat panjang umur? Dengan cara Berpikir… Cuma apa yang telah dipikirkan oleh kita selama ini? Yuk kita liat ayatnya…

QS. 59 : 18

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Orang yang beriman dipanggil.. kita dipanggil oleh Allah, disuruh takwa. Hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat). Jadi Allah menginginkan kita mengerjakan apa? Allah mau kita mikirin cara persiapan kita hidup di akhirat nanti..

Adanya terompet tahun baru untuk kita sebagai peringatan bahwa nanti terompet itu akan ditiup oleh malaikat isrofil. Jadi tahun baru adalah sebagai lonceng.

QS. 32 : 11

Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.”

Malaikat diberi tugas oleh Allah untuk datang kepada manusia untuk mencabut nyawa. Pasti akan terjadi tidak? Pasti.. semua akan kembali kepada siapa? Kepada Allah..

Kita bisa melihat kesuksesan kematian kita berdasarkan perilaku izroil saat datang kepada kita.

QS.16 : 32)

(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam Keadaan baik oleh Para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”.

Jika Malaikat izroil datang kepada kita menguucapkan salam berarti kita sukses matinya.. itu harapan kita semua.. jadi gambaran surga telah digambarkan saat kita sakarat.

Milih yang inikah kita? Pastinya ia…..

Jangan sampai sakarat kita didatengin malaikat izroil seperti yang terdapat didalam firman ini

QS. 8 : 50)

kalau kamu melihat ketika Para Malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri).

ketika malaikat izroil ingin mencabut nyama dengan cara langsung memukul – mukul muka.. jika sudah seperti hal tersebut sudah tidak ada kesempatan lagi buat kita bertaubat.

Dengan Allah memperingatkan kita dengan ayat ini sayang tidak Allah sama kita? Sayang.. Tujuannya apa? Agar kita tidak sampai dipukul ketika malaikat izroil menjemput kita.

Saat itu gambaran neraka sudah di depan mata.

Pilih yang pertama apa yang kedua? Pastinya kita semua menginginkan yang pertama..

Oleh sebab itu orang kafir itu saat sakaratnya kaget. Kenapa? Karena dia tidak siap.. gimana kagetnya.. mari kita liat ayatnya

QS. 21: 97)

Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), Maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (mereka berkata): “Aduhai, celakalah Kami, Sesungguhnya Kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan Kami adalah orang-orang yang zalim”.

Matanya terbelalak.. melotot.. baru sadar ternyata yang Allah janjikan itu benar. Baru menyesal bahwa telah melalaikan umur yang telah diberi. Belum siap.. tiba-tiba datang dan tidak bisa diundur sedikitpun. mengakui tentang kelalaiannya.

Allah menceritakan ayat ini pasti akan terjadi tidak ? Pasti Akan terjadi..

Allah menceritakan ayat ini supaya kita tidak mengalami, jangan sampai kita seperti itu.

Sekarang panjang umur masih ada pada diri kita. Bagaiman cara kita mensyukurinya? Dengan cara memikirkan kehidupan akhirat.. tujuan utamanya adalah akhirat.

Dua hal yang harus diperhatikan oleh kita..

Pertama, memperhatikan apa yang telah diperbuat.. tapi tidak banyak yang bisa kita lalukan, yaitu memperhatikan dosa-dosa yang telah dilakukan.

Kedua, bagaimana cara kita  menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan dan bagaimana cara kita memperbanyak amal yang sesuai dengan maunya Allah. Karena banyak orang yang banyak amalnya tapi tidak diterima Oleh Allah.

  1. Proyek menghapus dosa….

Kita harus rajin bermuhasabah.. kira-kira banyak tidak dosa yang telah kita kerjakan? Pastinya Banyak.. introspeksi itu seperti apa? Mencari salahnya kita selama hidup didunia ini.. ngorek-ngorek kesalahan kita.. untuk dihapus. Mungkinkah akan dihapus? Mungkin.. yuk kita lihat ayatnya…

QS. 8 : 29

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.

jadi mungkin tidak kesalahan kita dihapus? Mungkin… Apa yang menyebabkan dihapus dosa2 kita? Karena kita takwa..

itu yang menjadi proyek pertama kita.. menghapus dosa, karena surga tempat orang yang tidak punya surga.. tapi mungkin tidak manusia tidak punya dosa? Tidak.. tapi mungkin tidak dosa kita dapat dihapus? Mungkin…

sekarang kita lihat umur kita.. misalkan 70 tahun

berapa banyak kita tidur? 8 jam, berarti selama 70tahun kita tidur sekitar 23 tahun.. berarti sisanya 47 tahun.. dipotong sama saat kita dari kecil sampai baligh sekitar 15 tahun.. sisanya 32 tahun.. nah dipotong sama pikun berapa?

nah artinya waktu kita untuk mempersiapkan diri panjang apa pendek? Pendek.. banyak apa sedikit? Sedikit..

wujud syukurnya bagaiman? Wujud takwanya bagaimana?

QS. 11 :  3

Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.

Jadi kita harus mohon ampun.. dan taubat.. mohon ampun mudah tidak? Mudah.. karena mohon ampun itu Cuma janji.. berjanji mudah tidak? Mudah..

Nah yang sulit  itu adalah taubat. Karena taubat itu menepati janji.. Orang berjanji gampang, menepati janji tersebut yang perlu keseriusan dari kita

Taubatnya bagaimana?

QS. 66 : 8

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Jadi Bagaimana cara taubatnya? Semurni-murninya, bahasa arabnya taubat nasuha.. ngomongnya sih gampang, Cuma prakteknya perlu keseriusan.. taubat nasuha itu yang seperti apa sih? Prakteknya seperti apa sih? Mari kita  kita lihat…

QS. 3 : 135)

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Jadi ketika memohon ampun harus diikuti dengan apa? Tidak meneruskan perbuatan keji.. artinya apa? Perbuatannya tidak diulangi kembali… supaya tidak diulang harus bagaimana? Harus tau kesalahannya… supaya tau kesalahannya harus apa ? Harus introspeksi..

Mudah tidak  mencari kesalahan kita? Tidak.. yang mudah itu mencari kesalahan siapa? mencari kesalahan orang lain..

Bagaimana cara kita agar tidak mengulangi kesalahan kalau kita tidak tahu kesalahannya… jadi caranya adalah rajin mengoreksi diri, rajin mengakui kesalahan, dan melihat orang lain dari kelebihannya bukan kesalahannya…

Point pertama adalah taubat nasuha, tidak meneruskan salahnya…

Point kedua….

QS. 4 : 17

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, Maka mereka Itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Jadi kapan kita mesti taubat? Segera… segera itu kapan? Sekarang…..jika posisi kita saat ba’da dzuhur, setelah sholat segera mohon ampun kesalahan kita dari subuh sampai zuhur.. selesai shalat minta maaf sama orang yang pernah kita sakiti.. nah itu introspeksinya.. kalau 24 jam kita lakukan itu, kita punya dosa tidak? Jadi sholat itu event untuk taubat. Jadi taubat segera itu kapan? Manfaatkan waktu shalat.

Point ketiga..

QS. 2 : 160

kecuali mereka yang telah taubat dan Mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), Maka terhadap mereka Itulah aku menerima taubatnya dan Akulah yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang.

Jadi taubat itu juga memperbaiki kesalahan.. kapan kita harus memperbaikinya? Segera setelah sadar dan mohon ampun.

dari titik sekarang ke depan, waktu kita masih bisa kita pergunakan untuk apa? Untuk menambah amal. Amal yang seperti apa yang diterima Amalnya. Karena banyak orang yang beramal tapi tidak diterima.

Makanya nabi Ibrahim selalu berdoa..

QS . 2 : 127)

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Kenapa nabi Ibrahim minta amalnya diterima? Pertanyaannya Berarti ada tiddak orang yang amalnya tidak diterima? Ada.. Allah menceritakan ayat ini agar kita mencontoh dan agar kita waspada.. agar jangan sampai kita rajin menabung tapi tabungannya kosong..

Suka atau tidak, iman atau kafir, kita semua akan digiring oleh Allah ke yang namanya YAUMIL MIZAN..

QS. 23 : 102-108

102. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, Maka mereka Itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.

103. Dan Barangsiapa yang ringan timbangannya, Maka mereka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.

104. muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam Keadaan cacat.

105. Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?

106. mereka berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah dikuasai oleh kejahatan Kami, dan adalah Kami orang-orang yang sesat.

107. Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami daripadanya (dan kembalikanlah Kami ke dunia), Maka jika Kami kembali (juga kepada kekafiran), Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang zalim.”

108. Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan aku.

Barangsiapa yang ringan timbangannya itu yang rugi. Kenapa rugi?

Jika orang yang tidak menabung, wajar tidak jika tabungannya kosong? Wajar.. nah yang rugi itu jika sering menabung tapi tabungannya kosong…

QS. 47 : 8-9

8. dan orang-orang yang kafir, Maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka.

9. yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.

Jadi kenapa rugi? Karena nilai amalnya dihapus.. karena apa? Karena kafir.. kafir disini apa? Benci kepada apa yang diturunkan Allah… apa yang diturunkan Allah? Al-Qur’an…

Ada tidak orang islam yang mengatakan benci kepada Al-Qur’an? Tidak.. tapi kalau kita benci kepada seseorang, kita akan mendekat atau menjauh? Menjauh…

jadi kalau orang selalu menjauhi qur’an artinya apa? Benci…

Selalu jauh dari Al Quran, Peringatan2anya tidak pernah dibaca, tidak pernah difikirkan dan tidak pernah dijalankan, Astaghfirullah Al Adzim.

Jadi banyak orang yang membuktikan bahwa dirinya benci kepada Al-Qur’an..

Akibatnya apa? Amalnya dihapus oleh Allah…

QS. 18 : 103-106

103. Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

105. mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia[896], Maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak Mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

106. Demikianlah Balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.

[896] Maksudnya: tidak beriman kepada pembangkitan di hari kiamat, hisab dan pembalasan.

Allah memberitahukan kepada kita orang yang paling rugi perbuatannya.. yaitu orang yang sia-sia amal perbuatannya karena kufur/kafir kepada Al-Qur’an..

Pertanyaannya kita beriman tidak kepada Qur’an? Beriman… apa buktinya? Yuk kita lihat…

QS. 2 : 121

orang-orang yang telah Kami berikan Al kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. dan Barangsiapa yang ingkar kepadanya, Maka mereka Itulah orang-orang yang rugi.

Siapa yang telah diberi kitab? Kita… kita diberi kitab tidak? Diberi… kalau sudah diberi quran diapakan qurannya? Dibaca… nah bacanya yang sebenarnya.. tidak hanya sesederhana fasih lancar tajwid dan makhorijul hurufnya.. tidak sesederhana itu. Kita harus mengerti apa perintah dan larangan Allah….serta menjalankan perintah dan laranganNya

Contoh.. kalau sedekah cari apa? Cari ridho Allah.. itu namanya pake ilmu.. karena apa? Karena sesuai dengan Al-Quran..

QS. 2 :  272

bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), Maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).

Boleh tidak kita bersedekah karena ingin penyakit sembuh? Karena ingin pangkat naik? Boleh..

QS. 11 : 15-16

15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka Balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

Tapi apa.. nih lanjutnya

16. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.

Jadi Apakan beramal harus menggunakan ilmu? Harus… ilmunya dimana? Di  Al-Qur’an…

Sekarang niat kerja dalam rangka apa? Mencari ridho Allah.. kalau orang beriman niat kerjanya untuk akhirat. Kalau orang tidak beriman niat kerjanya untuk dunia. Kalau niat kerja untuk akhirat, insya Allah kita akan menjaga, memelihara pekerjaan kita.

QS. 17 : 36

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Ini ayat perintah apa larangan? Larangan.. siapa yang melarang? Allah.. apa larangannya? Jangan mengikuti sesuatu yang tidak tahu ilmunya… jadi beramal perlu ilmu atau tidak? Perlu…

Kembali ke surat 23 dari ayat 103

QS. 23 : 103-108

103. dan Barangsiapa yang ringan timbangannya, Maka mereka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.

104. muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam Keadaan cacat.

105. Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?

106. mereka berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah dikuasai oleh kejahatan Kami, dan adalah Kami orang-orang yang sesat.

107. Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami daripadanya (dan kembalikanlah Kami ke dunia), Maka jika Kami kembali (juga kepada kekafiran), Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang zalim.”

108. Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan aku.

Kenapa Kekal di neraka ? Karena nilai kebaikannya kosong.. yang ada nilai keburukannya… nilai keburukan bisa dihapus sekarang.. ada orang yang bilang, “orang islam pasti ke surga, walau ke neraka sebentar aja..” apa kata Allah tentang hal ini…

QS. 2 : 80-81

Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”

81. (Bukan demikian), yang benar: Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

QS. 23 : 105

105. Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?

Ayat diatas Allah bertanya kepada siapa? Kepada penduduk neraka… apa pertanyaannya? Kenapa kamu mendustakan Al-Qur’an…

QS. 23 : 106-108)

106. mereka berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah dikuasai oleh kejahatan Kami, dan adalah Kami orang-orang yang sesat.

107. Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami daripadanya (dan kembalikanlah Kami ke dunia), Maka jika Kami kembali (juga kepada kekafiran), Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang zalim.”

108. Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan aku.

Orang yang berada di neraka mengakui tidak bahwa semua itu karena kejahatannya? Mengakui.. Mengaku  apa? Mengaku salah.. Tetapi pengakuannya berguna tidak? Tidak… minta balik ke dunia dipanjangkan umur… Oleh sebab itu kita diberi panjang umur, manfaatkan sebaik-baiknya untuk mempelajari Qur’an, memahaminya, mengamalkan serta mensyiarkannya..

tapi apa kata  Allah kepada para penghuni neraka? “betah-betah aja di neraka…”

Jadi itu pentingnya  kita harus berilmu.. supaya amal kita punya nilai, harus punya ilmu…

Semoga Posting ini bermanfaat buat kita semua, untuk menumbuhkan semangat kita dalam mencari ridhonya Allah dalam mempelajari Al Quran dan menuntut ilmu.

Satu Tanggapan

  1. [HANYA KOMENTAR CURHAT DARI SEORANG PENGEMBARA]
    Alhamdulillah…
    Pasukan iblis sukses menyesatkan masyarakat, Gembong FreeMason Yahudi dan anteknya berhasil menjajah lahir bathin negeri ini, krisis Inflasi harga kebutuhan pokok meningkat, Penyakit hubungan kelamin merajalela, Korupsi jamaah pejabat menanjak, Jual beli jabatan pemilu berlanjut, Pengurasan sumber daya alam berjalan, Kebodohan berbasis kemiskinan bertambah, dan masih banyak lagi yang semua itu berujung pada pemurtadan rakyat banyak.
    Alhamdulillah…
    Sekarang kita dapat melihat dengan jelas kebobrokan sistem sekular jahiliyah yang selama ini telah kita terapkan dan kita tuhankan, karena kita telah membuang jauh-jauh sistem Islam kaffah ciptaan “Sang Maha Pencipta Sistem” dari kehidupan kita.
    Alhamdulillah…
    Sekarang kita dapat membuktikan kebenaran sabda Nabi Muhammad berikut ini:
    Dari Abdullah bin Umar dia berkata,
    “Rasulullah SAW menghadapkan wajah ke kami dan bersabda:
    “Wahai golongan Muhajirin, lima perkara apabila kalian mendapat cobaan dengannya, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mengalaminya;
    1. Tidaklah kekejian menyebar di suatu kaum, kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah mereka penyakit Tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah terjadi terhadap para pendahulu mereka.
    2. Tidaklah mereka mengurangi timbangan dan takaran kecuali mereka akan disiksa dengan kemarau berkepanjangan dan penguasa yang zhalim.
    3. Tidaklah mereka enggan membayar zakat harta-harta mereka kecuali langit akan berhenti meneteskan air untuk mereka, kalau bukan karena hewan-hewan ternak niscaya mereka tidak akan diberi hujan.
    4. Tidaklah mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya kecuali Allah akan kuasakan atas mereka musuh dari luar mereka dan menguasainya.
    5. Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan tidak menganggap lebih baik apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan saling memerangi di antara mereka.””
    (HR Ibnu Majah nomor 4009, lafal baginya, dan riwayat Al-Bazar dan Al-Baihaqi, shahih lighoirihi menurut Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat-Tarhib hadits nomor 1761).
    Sekarang manakah diantaranya yang belum terjadi? Masih belum cukup?
    Alhamdulillah…
    Selama generasi kita tidak memurikan tauhid dan tidak menerapkan sistem Islam kaffah (dalam khilafah), maka insyaAllah generasi penerus kita juga dapat langsung membuktikannya juga.
    Alhamdulillah…
    ________________
    “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. 4:147)
    “Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (Q.S. 40:61)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: