Berlindung Kepada Allah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah atas segala nikmat yang Allah berikan, nikmat sehat, nikpat ilmu, nikmat2 yang lainnya.

Saat ini tema yang akan dibahas

Bagaimana caranya agar dapat perlindungan dari Allah subhanahu wata’allah ?

Ikuti Perintah-perintahnya, Perintahnya yang mana ?

QS. 23:97-98

Rabbi a’udzubika minhamazaatis syayaatiin wa a’uzubika rabbi ayyahdhuruun

Artinya => katakanlah: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”

Di dalam firman Allah tersebut Allah memerintahkan kepada hambanya untuk berlindung kepadaNya.

Mengapa Allah memerintahkan kepada hambanya untuk memohon perlindung dari bisikan syaitan dan dari kedatangan mereka?

di dalam firman Allah QS. 6 : 112

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)[499]. Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

didalam firman Allah tersebut Allah menjelaskan bahwa sesungguhnya kita mempunyai musuh yaitu syaitan. Allah pun menceritakan bahwa sesungguhnya Syaitan itu ada 2 jenis :

  1. Dari jenis jin , yaitu ada didalam hati dan pikiran (menggoda lewat bisikan2 didalam hati dan pikiran2 kita
  2. Dari jenis Manusia, yaitu dalam bentuk wujud yang nyata (yang datang menggoda).

yang suka membisiki kedalam hati dan pikiran : jin

yang datang : wujudnya manusia

Oleh sebab itu Allah memerintahkan kepada hambanya untuk berlindung dari bisikan2 syaitan (jin) dan dari kedatangan-kedatangannya (manusia).

Mengapa Allah memerintahkan kepada hambanya untuk meminta perlindungan kepada-Nya?

Karena Allah Maha Adil

1. Allah memberikan izin kepada syaitan untuk menggoda manusia

2. Maka Allah memberikan penawar kepada manusia agar tidak tergoda oleh syaitan, dengan selalu memohon perlindungan kepadanya dari bisikan2 dan kedatangan2nya.

Allah melindungi orang2 yang meminta perlindungan kepadaNYa

Syaitan menggoda orang2 yang tidak meminta perlindungan kepada Allah.

Saudarah-saudarah ku jangan lupa selalu agar kita selalu meminta perlindungan kepada Allah subhanahu wata’alah dengan membaca firmanNya tersebut karena hanya Allah lah yang melindungi kita dari bisikan syaitan dan kedatangannya.

Moga bermanfaat, insya Allah dilain waktu dapat berbagi Ilmu Allah

 

Muhasabah Menyikapi Tahun Baru Agar Tidak Menjadi Orang Yang Merugi

Muhasabah Menyikapi Tahun Baru Agar Tidak Menjadi Orang Yang Merugi

Alhamdulillah sampai saat ini Allah masih memberikan kita nikmat panjang umur.

Panjang Umur itu merupakan nikmat dari Allah yang patut disyukuri, Bagaimana Cara Mensyukurinya?

QS.14 : 7

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Jika kita tidak mensyukuri nikmat panjang umur yang telah diberikan oleh Allah, maka hati-hati nanti umur kita yang akan mengazab kita.

Makna syukur, syukur artinya berterima kasih kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Karena apapun nikmatnya semuanya dari Allah.

QS.4 : 79

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. dan cukuplah Allah menjadi saksi.

Wujud syukur kita kepada Allah adalah memanfaatkan nikmat yang telah diberikan oleh Allah sesuai dengan yang diberikan-Nya. Allah memberikan nikmat panjang umur, Apa tujuan Allah memanjangkan umur kita?

Apa wujud syukur dalam memanfaatkan umur sesuai dengan keinginan yang telah memberikan umur kita?

Mari Kita sama2 mencari jawabannya

Umur kita sudah ditentukan waktunya dan ditulis dalam lauh mahfudz..

QS. 35 : 11

Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

Jatah kita sudah tercatat belum? Sudah..

Kembali kepada pertanyaan. Apa tujuan Allah memberikan nikmat panjang umur kepada kita? yuk kita liat ayatnya..

(QS. 35 : 37)

Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami niscaya Kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah Kami kerjakan”. dan Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Siapa yang   berteriak di neraka, ayat ini pasti tidak? Pasti..   Kenapa Allah memberitahu kita hal ini ? Apa maksudnya? Agar kita tidak sampai berteriak-teriak di neraka.. jangan sampai kita mengalami hal itu. Berarti Allah sayang tidak sama kita?  Amat Sayang..

Apa yang diteriakannya? Ungkapan penyesalan.. meminta perpanjangan waktu. Minta diberikan umur panjang. Tapi sudah telat..

Nah kita masih diberikan umur panjang.. maka Allah menginginkan supaya kita jangan sampai menyesal dikemudian hari

Tetapi  Allah balik bertanya didalam firmannya tersebut.. “ Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir….. umurmu digunakan untuk apa?”

Kenapa Allah memberikan kita panjang umur? Supaya berpikir.. disuruh mikir.. Apakah kita bisa memikirkannya? Bisa..

Cuma apa yang dipikirin oleh kita? Apa yang harus kita pikirkan? Cabe rawit yang 70000 kah? Apakah harga barang yang terus naik kah? Atau  gaji yang tidak naik-naikkah?

Allah bertanya kembali didalam firmanNya tersebut .. “ apakah tidak datang kepada kamu pemberi peringatan?

Jadi dengan cara apa kita  mensyukuri nikmat panjang umur? Dengan cara Berpikir… Cuma apa yang telah dipikirkan oleh kita selama ini? Yuk kita liat ayatnya…

QS. 59 : 18

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Orang yang beriman dipanggil.. kita dipanggil oleh Allah, disuruh takwa. Hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (akhirat). Jadi Allah menginginkan kita mengerjakan apa? Allah mau kita mikirin cara persiapan kita hidup di akhirat nanti..

Adanya terompet tahun baru untuk kita sebagai peringatan bahwa nanti terompet itu akan ditiup oleh malaikat isrofil. Jadi tahun baru adalah sebagai lonceng.

QS. 32 : 11

Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.”

Malaikat diberi tugas oleh Allah untuk datang kepada manusia untuk mencabut nyawa. Pasti akan terjadi tidak? Pasti.. semua akan kembali kepada siapa? Kepada Allah..

Kita bisa melihat kesuksesan kematian kita berdasarkan perilaku izroil saat datang kepada kita.

QS.16 : 32)

(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam Keadaan baik oleh Para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”.

Jika Malaikat izroil datang kepada kita menguucapkan salam berarti kita sukses matinya.. itu harapan kita semua.. jadi gambaran surga telah digambarkan saat kita sakarat.

Milih yang inikah kita? Pastinya ia…..

Jangan sampai sakarat kita didatengin malaikat izroil seperti yang terdapat didalam firman ini

QS. 8 : 50)

kalau kamu melihat ketika Para Malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri).

ketika malaikat izroil ingin mencabut nyama dengan cara langsung memukul – mukul muka.. jika sudah seperti hal tersebut sudah tidak ada kesempatan lagi buat kita bertaubat.

Dengan Allah memperingatkan kita dengan ayat ini sayang tidak Allah sama kita? Sayang.. Tujuannya apa? Agar kita tidak sampai dipukul ketika malaikat izroil menjemput kita.

Saat itu gambaran neraka sudah di depan mata.

Pilih yang pertama apa yang kedua? Pastinya kita semua menginginkan yang pertama..

Oleh sebab itu orang kafir itu saat sakaratnya kaget. Kenapa? Karena dia tidak siap.. gimana kagetnya.. mari kita liat ayatnya

QS. 21: 97)

Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), Maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (mereka berkata): “Aduhai, celakalah Kami, Sesungguhnya Kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan Kami adalah orang-orang yang zalim”.

Matanya terbelalak.. melotot.. baru sadar ternyata yang Allah janjikan itu benar. Baru menyesal bahwa telah melalaikan umur yang telah diberi. Belum siap.. tiba-tiba datang dan tidak bisa diundur sedikitpun. mengakui tentang kelalaiannya.

Allah menceritakan ayat ini pasti akan terjadi tidak ? Pasti Akan terjadi..

Allah menceritakan ayat ini supaya kita tidak mengalami, jangan sampai kita seperti itu.

Sekarang panjang umur masih ada pada diri kita. Bagaiman cara kita mensyukurinya? Dengan cara memikirkan kehidupan akhirat.. tujuan utamanya adalah akhirat.

Dua hal yang harus diperhatikan oleh kita..

Pertama, memperhatikan apa yang telah diperbuat.. tapi tidak banyak yang bisa kita lalukan, yaitu memperhatikan dosa-dosa yang telah dilakukan.

Kedua, bagaimana cara kita  menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan dan bagaimana cara kita memperbanyak amal yang sesuai dengan maunya Allah. Karena banyak orang yang banyak amalnya tapi tidak diterima Oleh Allah.

  1. Proyek menghapus dosa….

Kita harus rajin bermuhasabah.. kira-kira banyak tidak dosa yang telah kita kerjakan? Pastinya Banyak.. introspeksi itu seperti apa? Mencari salahnya kita selama hidup didunia ini.. ngorek-ngorek kesalahan kita.. untuk dihapus. Mungkinkah akan dihapus? Mungkin.. yuk kita lihat ayatnya…

QS. 8 : 29

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.

jadi mungkin tidak kesalahan kita dihapus? Mungkin… Apa yang menyebabkan dihapus dosa2 kita? Karena kita takwa..

itu yang menjadi proyek pertama kita.. menghapus dosa, karena surga tempat orang yang tidak punya surga.. tapi mungkin tidak manusia tidak punya dosa? Tidak.. tapi mungkin tidak dosa kita dapat dihapus? Mungkin…

sekarang kita lihat umur kita.. misalkan 70 tahun

berapa banyak kita tidur? 8 jam, berarti selama 70tahun kita tidur sekitar 23 tahun.. berarti sisanya 47 tahun.. dipotong sama saat kita dari kecil sampai baligh sekitar 15 tahun.. sisanya 32 tahun.. nah dipotong sama pikun berapa?

nah artinya waktu kita untuk mempersiapkan diri panjang apa pendek? Pendek.. banyak apa sedikit? Sedikit..

wujud syukurnya bagaiman? Wujud takwanya bagaimana?

QS. 11 :  3

Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.

Jadi kita harus mohon ampun.. dan taubat.. mohon ampun mudah tidak? Mudah.. karena mohon ampun itu Cuma janji.. berjanji mudah tidak? Mudah..

Nah yang sulit  itu adalah taubat. Karena taubat itu menepati janji.. Orang berjanji gampang, menepati janji tersebut yang perlu keseriusan dari kita

Taubatnya bagaimana?

QS. 66 : 8

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Jadi Bagaimana cara taubatnya? Semurni-murninya, bahasa arabnya taubat nasuha.. ngomongnya sih gampang, Cuma prakteknya perlu keseriusan.. taubat nasuha itu yang seperti apa sih? Prakteknya seperti apa sih? Mari kita  kita lihat…

QS. 3 : 135)

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Jadi ketika memohon ampun harus diikuti dengan apa? Tidak meneruskan perbuatan keji.. artinya apa? Perbuatannya tidak diulangi kembali… supaya tidak diulang harus bagaimana? Harus tau kesalahannya… supaya tau kesalahannya harus apa ? Harus introspeksi..

Mudah tidak  mencari kesalahan kita? Tidak.. yang mudah itu mencari kesalahan siapa? mencari kesalahan orang lain..

Bagaimana cara kita agar tidak mengulangi kesalahan kalau kita tidak tahu kesalahannya… jadi caranya adalah rajin mengoreksi diri, rajin mengakui kesalahan, dan melihat orang lain dari kelebihannya bukan kesalahannya…

Point pertama adalah taubat nasuha, tidak meneruskan salahnya…

Point kedua….

QS. 4 : 17

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, Maka mereka Itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Jadi kapan kita mesti taubat? Segera… segera itu kapan? Sekarang…..jika posisi kita saat ba’da dzuhur, setelah sholat segera mohon ampun kesalahan kita dari subuh sampai zuhur.. selesai shalat minta maaf sama orang yang pernah kita sakiti.. nah itu introspeksinya.. kalau 24 jam kita lakukan itu, kita punya dosa tidak? Jadi sholat itu event untuk taubat. Jadi taubat segera itu kapan? Manfaatkan waktu shalat.

Point ketiga..

QS. 2 : 160

kecuali mereka yang telah taubat dan Mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), Maka terhadap mereka Itulah aku menerima taubatnya dan Akulah yang Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang.

Jadi taubat itu juga memperbaiki kesalahan.. kapan kita harus memperbaikinya? Segera setelah sadar dan mohon ampun.

dari titik sekarang ke depan, waktu kita masih bisa kita pergunakan untuk apa? Untuk menambah amal. Amal yang seperti apa yang diterima Amalnya. Karena banyak orang yang beramal tapi tidak diterima.

Makanya nabi Ibrahim selalu berdoa..

QS . 2 : 127)

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Kenapa nabi Ibrahim minta amalnya diterima? Pertanyaannya Berarti ada tiddak orang yang amalnya tidak diterima? Ada.. Allah menceritakan ayat ini agar kita mencontoh dan agar kita waspada.. agar jangan sampai kita rajin menabung tapi tabungannya kosong..

Suka atau tidak, iman atau kafir, kita semua akan digiring oleh Allah ke yang namanya YAUMIL MIZAN..

QS. 23 : 102-108

102. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, Maka mereka Itulah orang-orang yang dapat keberuntungan.

103. Dan Barangsiapa yang ringan timbangannya, Maka mereka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.

104. muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam Keadaan cacat.

105. Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?

106. mereka berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah dikuasai oleh kejahatan Kami, dan adalah Kami orang-orang yang sesat.

107. Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami daripadanya (dan kembalikanlah Kami ke dunia), Maka jika Kami kembali (juga kepada kekafiran), Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang zalim.”

108. Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan aku.

Barangsiapa yang ringan timbangannya itu yang rugi. Kenapa rugi?

Jika orang yang tidak menabung, wajar tidak jika tabungannya kosong? Wajar.. nah yang rugi itu jika sering menabung tapi tabungannya kosong…

QS. 47 : 8-9

8. dan orang-orang yang kafir, Maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka.

9. yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.

Jadi kenapa rugi? Karena nilai amalnya dihapus.. karena apa? Karena kafir.. kafir disini apa? Benci kepada apa yang diturunkan Allah… apa yang diturunkan Allah? Al-Qur’an…

Ada tidak orang islam yang mengatakan benci kepada Al-Qur’an? Tidak.. tapi kalau kita benci kepada seseorang, kita akan mendekat atau menjauh? Menjauh…

jadi kalau orang selalu menjauhi qur’an artinya apa? Benci…

Selalu jauh dari Al Quran, Peringatan2anya tidak pernah dibaca, tidak pernah difikirkan dan tidak pernah dijalankan, Astaghfirullah Al Adzim.

Jadi banyak orang yang membuktikan bahwa dirinya benci kepada Al-Qur’an..

Akibatnya apa? Amalnya dihapus oleh Allah…

QS. 18 : 103-106

103. Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

105. mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia[896], Maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak Mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

106. Demikianlah Balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.

[896] Maksudnya: tidak beriman kepada pembangkitan di hari kiamat, hisab dan pembalasan.

Allah memberitahukan kepada kita orang yang paling rugi perbuatannya.. yaitu orang yang sia-sia amal perbuatannya karena kufur/kafir kepada Al-Qur’an..

Pertanyaannya kita beriman tidak kepada Qur’an? Beriman… apa buktinya? Yuk kita lihat…

QS. 2 : 121

orang-orang yang telah Kami berikan Al kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. dan Barangsiapa yang ingkar kepadanya, Maka mereka Itulah orang-orang yang rugi.

Siapa yang telah diberi kitab? Kita… kita diberi kitab tidak? Diberi… kalau sudah diberi quran diapakan qurannya? Dibaca… nah bacanya yang sebenarnya.. tidak hanya sesederhana fasih lancar tajwid dan makhorijul hurufnya.. tidak sesederhana itu. Kita harus mengerti apa perintah dan larangan Allah….serta menjalankan perintah dan laranganNya

Contoh.. kalau sedekah cari apa? Cari ridho Allah.. itu namanya pake ilmu.. karena apa? Karena sesuai dengan Al-Quran..

QS. 2 :  272

bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), Maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).

Boleh tidak kita bersedekah karena ingin penyakit sembuh? Karena ingin pangkat naik? Boleh..

QS. 11 : 15-16

15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka Balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.

Tapi apa.. nih lanjutnya

16. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.

Jadi Apakan beramal harus menggunakan ilmu? Harus… ilmunya dimana? Di  Al-Qur’an…

Sekarang niat kerja dalam rangka apa? Mencari ridho Allah.. kalau orang beriman niat kerjanya untuk akhirat. Kalau orang tidak beriman niat kerjanya untuk dunia. Kalau niat kerja untuk akhirat, insya Allah kita akan menjaga, memelihara pekerjaan kita.

QS. 17 : 36

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Ini ayat perintah apa larangan? Larangan.. siapa yang melarang? Allah.. apa larangannya? Jangan mengikuti sesuatu yang tidak tahu ilmunya… jadi beramal perlu ilmu atau tidak? Perlu…

Kembali ke surat 23 dari ayat 103

QS. 23 : 103-108

103. dan Barangsiapa yang ringan timbangannya, Maka mereka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.

104. muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam Keadaan cacat.

105. Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?

106. mereka berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah dikuasai oleh kejahatan Kami, dan adalah Kami orang-orang yang sesat.

107. Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami daripadanya (dan kembalikanlah Kami ke dunia), Maka jika Kami kembali (juga kepada kekafiran), Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang zalim.”

108. Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan aku.

Kenapa Kekal di neraka ? Karena nilai kebaikannya kosong.. yang ada nilai keburukannya… nilai keburukan bisa dihapus sekarang.. ada orang yang bilang, “orang islam pasti ke surga, walau ke neraka sebentar aja..” apa kata Allah tentang hal ini…

QS. 2 : 80-81

Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”

81. (Bukan demikian), yang benar: Barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

QS. 23 : 105

105. Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya?

Ayat diatas Allah bertanya kepada siapa? Kepada penduduk neraka… apa pertanyaannya? Kenapa kamu mendustakan Al-Qur’an…

QS. 23 : 106-108)

106. mereka berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah dikuasai oleh kejahatan Kami, dan adalah Kami orang-orang yang sesat.

107. Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami daripadanya (dan kembalikanlah Kami ke dunia), Maka jika Kami kembali (juga kepada kekafiran), Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang zalim.”

108. Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan aku.

Orang yang berada di neraka mengakui tidak bahwa semua itu karena kejahatannya? Mengakui.. Mengaku  apa? Mengaku salah.. Tetapi pengakuannya berguna tidak? Tidak… minta balik ke dunia dipanjangkan umur… Oleh sebab itu kita diberi panjang umur, manfaatkan sebaik-baiknya untuk mempelajari Qur’an, memahaminya, mengamalkan serta mensyiarkannya..

tapi apa kata  Allah kepada para penghuni neraka? “betah-betah aja di neraka…”

Jadi itu pentingnya  kita harus berilmu.. supaya amal kita punya nilai, harus punya ilmu…

Semoga Posting ini bermanfaat buat kita semua, untuk menumbuhkan semangat kita dalam mencari ridhonya Allah dalam mempelajari Al Quran dan menuntut ilmu.

Cara Mendapatkan Ampunan Allah SWT

Manusia itu ditinggikan Oleh Allah SWT derajatnya dibandingkan Makhluk2 Allah yang lainnya, dikarenakan Manusia Diberi Nafsu Oleh Allah SWT, sehingga dengan Nafsu tersebut membuat sebagian manusia menjadi lebih taat kepada Allah SWT, ada yang membuat mereka lebih jauh dari Allah SWT. Pada dasarnya manusia tidak dapat menghindari Dosa, tetapi bisa menetralisir dan menghapus dosa. Ada sebagian yang telah melakukan dosa besar maupun kecil, disebabkan dari tingkat keimanan orang tersebut.

di Dalam Al-Qur’an Allah menerangkan Bagaimana Caranya Agar mendapatkan Ampunan dari Nya

  1. Bersedekalah kepada orang fakir dengan sembunyi-sembunyi (QS.2:271) Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS.9:104) Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima (Sedekah2/Zakat2)mereka dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?.
  2. dan janganlah memberikan sesuatu dengan mengharapkan balasannya, jikalau melakukan kebaikan janganlah mengharapkan balasan dari kebaikan tersebut, sama halnya…memberi sedekah kepada orang miskin atau anak yatim harapkan doa dari orang tersebut, lain halnya jikalau dia berdoa tanpa kita memintanya. (QD.74:6) Dan Janganlah kamu memberi lalu kamu berharap imbalan yang lebih banyak.
  3. Maafkan Kesalahan Orang Lain (QS.3:133-134)Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (134)(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
  4. Lakukanlah segala kebaikan dengan senyum, ketika melakukan sedekah, dan memberikan kepada orang fakir, lakukanlah dengan tersenyum, kemudian berdoa kepada Allah SWT, itu lebih baik… seperti apa yang dilakukan oleh nabi sulaiman, seraya dia terseyum ketika dibicarakan oleh para semut kemudian dia berdoa. (QS.27:19)maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
  5. Saat bersedekah lakukan dengan lemah lembut sama halnya saat kita mengajak orang berbuat baik, lakukanlah dengen lemah lembut, jikalau kita kasar lagi menyakitkan, orang tersebut akan jauh dan berpaling.(QS.20:44) maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.”
  6. Bertahajudlah (QS.17:79)Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. dan di dalam hadist bukhori dijelaskan Adakah orang-orang yang memohon (berdo’a), pasti akan Kukabulkan, adakah orang-orang yang meminta, pasti akan Kuberi dan adakah yang mengharap/memohon ampunan, pasti akan Kuampuni baginya. Sampai tiba waktu Shubuh.” (Al Hadits).

Allahu Ghaffar (Allah Maha Pengampun), Ampunannya Sangat Luas, Bagi yang bersunggu2 untuk mendapatkan ampunanNya.

Sebaiknya saat bersedekah kepada orang fakir, kunjungi langsung orang tersebut, di tetangga2 kita ada yang bekerja tetapi penghasilannya tidak mencukupi untuk kebutuhan hidupnya seperti, pemulung atau petugas kebersihan karena di dalam surat (QS.51:19)Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta. oleh sebabitu perhatikan sekitar tetangga kita mungkin ada yang miskin tetapi tidak ingin meminta2…. sebaiknya dimulai dari yang terdekat.

Amin, semoga Allah selalu memberkahi kita sehingga cahaya dan kasih sayangnya selalu terhubung ke hati kita, amin.

Sedikit sekali hambaMu yang bersyukur….

Bismillahirahmanirrahim,

Masya Allah, didunia ini, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin dan tertindas.

Ya Allah, hambamu ini semakin takut, banyaknya hambaMU yang jauh dari petunjukMU (Al Qur’an), semakin sedih dan takut, saat membaca peringatan2anMU yang belum bisa kami kerjakan..

Ya Allah, bantu hamba untuk membuka hati ini, agar tidak beku, agar peringatan-peringatanMU, aturan-aturanMU dan perintah-perintahMU bisa hamba kerjakan dengan semaksimal mungkin, lillahitaallah.

di dalam pesan Mu, di dalam Al Quran
QS. 7 :17
kemudian saya (“iblis”) akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

Ya Allah, engkau mengatakan di dalam firmanMu, bahwa sedikit sekali Engkau dapati mereka yang bersyukur…

Engkau lebihkan sebagian dari mereka harta kekayaan, tetapi banyak diantaranya tidak bersyukur atas nikmatMU itu, Engkau dapati mereka penuh dengan kesombongan, keangkuhan, sedikit sekali harta mereka yang dipergunakan untuk bersedekah, semua terperangkap dalam tipu daya setan, Janji iblis telah di buktikan, mereka hadang dari segala penjuru, mereka hadang dengan rasa ketakutan akan jatuh miskin, mereka hadang dengan kehidupan mewah, membelanjakan harta2MU untuk sesuatu kemewahan dan pemborosan, para wanita menghamburkannya untuk mempercantik diri, dengan mendatangi salon2 kecantikan, shopping di berbagai mal, mengeluarkan berjuta2 uang untuk refresing ke luar negri dan hura2, sedangkan ada sebagian hambaMU yang Engkau uji dengan kemiskinan, yang untuk makan saja sangat sulit, tetapi sebagian dari orang yang Engkau lebihkan menutup mata dengan keadaan si miskin, tetap memanjakan dirinya dengan kemewahan dunia, Masya Allah…. Padahal Apa yang ada dibumi dan di langit milik Mu ya Allah, tapi apa yang terjadi pada mereka, sehingga mereka merasa semua itu miliknya dan berhak untuk melakukannya sesuka hatinya, Masya Allah…,sungguh tipu daya iblis banyak menggelincirkan hamba2MU, sedikit sekali engkau dapati mereka yang bersyukur.

Ada sebagian dari hambaMU, Engkau uji dengan sesuatu berupa bentuk fisik tubuh, kau uji mereka dengan tubuh yang pendek, ada yang tinggi, ada yang kurus, ada yang gemuk, bahkan ada yang Engkau uji sebagian dari mereka dengan tubuh yang rupawan, dan buruk rupa, tapi masya Allah, justru banyak di antaranya yang engkau dapati tidak bersyukur atas nikmatmu itu, si pendek, engkau lebihkan dengan sebagian harta, justru dengan hartanya itu, membuat dia sibuk dan berupaya meninggikan tubuhnya, sehingga lupa akan penderitaan si miskin, di pergunakan uangnya untuk meninggihkan tubuhnya, sehingga ia terperangkap akan jebakan 2 iblis, dengan melakukan pemborosan, dan tidak membelanjakan hartanya di jalan Allah, Masya Allah…. sungguh kesenangan dunia hanya sementara,

Sunggu tidak lain yang hanya kita tunggu di dunia ini adalah kedatangan malaikat pencabut Nyawa

QS. 6:158. Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: “Tunggulah olehmu sesungguhnya Kamipun menunggu (pula).”

Pertemuan kita yang sesungguhnya adalah RUh kita, jika Ruh ini bersih maka kembali ketempat yang bersih lagi menyejukan yaitu Surga, jika ruh ini kotor maka kembali ketempat yang kotor lagi mengerikan yaitu neraka.

Tubuh kita terdiri dari Jasad dan RUh, ketika kita meninggal, Jasad yang selama ini kita pelihara dan manjakan, jasad yang kita selalu rawat, dengan memanjakan melalui makanan2 yang enak, melalui riasan2 dengan mendatangin salon2 kecantikan, yang pada akhirnya akan kembali ke tanah dan menjadi santapan cacing….

Sedangkan RUh, adalah akan kembali kepada yang abadi lagi kekal, kemana kita akan berlabu, neraka kah atau surga kah, selama di dunia, telah kita lupakan untuk merawatnyanya, karna terlalu terfokus pada jasad, sehingga kita lupa merawat ruh, lupa bersedekah, lupa mengkaji al qur’an, lupa berbuat baik, terlalu pemborosan untuk sesuatu hal yang Allah tidak sukai, lupa juga akan pedihnya siksa neraka, Masya Allah

QS. 23:60. dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.

QS. 23:61. mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.

QS. 23:62. Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).

Allah tidak pernah membebani hambanya sesuai dengan kesanggupannya, si kaya tidak dibebanin saat dia disuruh untuk melakukan sedekah, karena sesungguhnya jika kamu melakukan kebaikan sesunggunya kebaikan itu untukmu dan jika kamu melakukan kejahatan, sesungguhnya kejahatan itu untukmu, jika kita berbuat baik di dunia, sesunggunya kebaikan itu untukmu, karena kamu akan menanam benih untuk hari akhir(menanam syurgamu sendiri), dan jika kamu berbuat jahat di dunia, maka kamu berbuat jahat pada dirimu sendiri karena kamu menanam benih berupa tempat di neraka saat akhir nanti…. dan mereka tidak dizalimi sedikitpun.

QS. 23:63. Tetapi hati orang-orang kafir itu dalam kesesatan dari (memahami Al-Qur’an) ini, dan mereka banyak mengerjakan perbuatan-perbuatan (buruk) selain daripada itu, mereka tetap mengerjakannya.

QS. 23:64. Hingga apabila Kami timpakan azab, kepada orang-orang yang hidup bermewah-mewah di antara mereka, dengan serta merta mereka berteriak minta tolong.

QS. 23:65. Janganlah kamu berteriak minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tiada akan mendapat pertolongan dari Kami.

QS. 23:66. Sesungguhnya ayat-ayatKu (Al Quran) selalu dibacakan kepada kamu sekalian, maka kamu selalu berpaling ke belakang,

Masya Allah, sesungguhnya kita sering membaca Ayat2 Al-Qur’an tapi sedikit sekali kita mengambil pelajaran, sedikit sekali menjalankan apa yang Allah perintahkan di dalam Al Qur’an. Masya Allah…

Ya Allah, kami memohon ampunan akan dosa kami yang masih banyak lalai, lengah, tidak bersyukur, dan Alfa dalam menjalankan perintah2mu yang ada di dalam Al-Qur’an, bantu kami ya Allah, agar selalu mengingatmu, bersyukur terhadap nikmatmu, dan bantu kami, agar bisa semaksimal mungkin menjalankan apa yang ada di dalam Al-Qur’an, masukkanlah, kami kedalam golongan orang-orang yang bersyukur, amin.

Amal pertama yang akan dihisab adalah “SHALAT”

Sholat yang bagaimana yang membawa keselamatan didunia dan di akhirat ?

QS. 29 : 45

bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Di dalam firman Allah SWT di QS. 29 : 45

Allah memerintahkan kepada manusia untuk membaca Al Qur’an, kemudian baru dirikanlah shalat, tujuan agar hambanya mengetahui apa yang Allah perintahkan kepada hambahnya dan menjalankan segala yang diperintahkan kepadanya sesuai dengan rambu-rambu Allah yaitu Al-Qur’an (Allah memerintahkan membaca Al-Quran terlebih dahulu agar hambanya tidak hanya sekedar menjalankan shalat tanpa ilmu) karena sesungguhnya jika Shalat tersebut dijalankan dengan benar sesuai dengan apa yang diperintahkan di dalam Al-Qur’an maka akan dapat mencegah hambanya dari berbuat keji dan mungkar.

Mengapa banyak orang yang melakukan shalat tetapi tidak dapat mencegah dirinya dari perbuatan keji dan mungkar ?

QS. 4 : 43

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam Keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan…….

Didalam firman Allah SWT QS. 4 : 43

Allah memanggil orang-orang beriman, agar tidak melakukan sholat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan,

Pengertian orang Mabuk adalah Orang yang tidak menyadari apa yang telah dia ucapkan, tidak menyadari apa yang dia ucapkan benar atau salah.

Mari kita pertanyakan kepada kita sendiri apakah selama ini shalat kita dalam keadaan mabuk atau tidak ?

Apakah selama ini bacaan yang dibaca didalam shalat, telah kita pahami maknanya, telah kita pahami perintahnya, dan telah kita jalankan  apa yang telah kita baca didalam ayat-ayat yang telah kita baca di dalam sholat kita?

Jika jawabannya belum : berari shalat kita selama ini dalam keadaan mabuk

Mari kita sama – sama belajar dan memperbaiki shalat kita, agar menjadi Pribadi yang dicintai Allah SWT.

Mari kita telaah bacaan sholat kita, Apa selama ini kita telah menjalankan apa yang telah kita baca di dalam shalat kita

1 hari kita mengerjakan 5 kali shalat wajib belum ditambah dengan beberapa shalat sunnah, masya Allah, jika kita jalankan shalat dengan benar, maka akan tercipta terhindah dari perbuatan keji dan mungkar, Subhanallah

QS. 2 : 1

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa

Maha benar Allah dengan segala firmanNya

Bacaan di dalam Shalat

Allahu akbar kabiraw wal hamdulillahi katsiraw wasubhaanallahi bukrataw wa asiillah. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaaminal musyrikiin. Innashalaatii wanusukii wamah yaaya wamamaatii lillahi rabbill aa’lamiin. Laasyariikalahu wabidzaa lika umirtu wa anaaminal muslimiin.

to be continue

Meraih Cinta Illahi 1

Bismillahirrohmanirrohim, Alhamdulillah  segala puji dan syukur tidak lupa kita panjatkan ke hadhirat Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam semoga disampaikan kepada nabi Muhammad SAW. beserta keluarga, sahabat dan pengikut-pengikutnya sampai akhir nanti.

Sekali lagi kita bersyukur ke hadhirat Allah yang telah menyampaikan umur kita hingga saat ini.

Saudara – saudara ku yang seiman yang dimuliakan Allah SWT. Saat ini pembahasan kita adalah bagaimana meraih cintanya Allah SWT.

Barang siapa ingin diCintai Allah SWT maka ikutilah petunjuk-petunjuknya yang ada di Al-Quran, yang salah satunya adalah perintah menutup Aurat bagi wanita, yang terdapat di dalam firman Allah SWT :

QS. 24:31

….. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita……

Allah memerintahkan kepada wanita agar menutup auratnya, tetapi kebanyak wanita mengingkari perintahnya.

Bahkan Ada juga yang marah ketika dibacakan Ayat-Ayat Allah

QS.22:72

Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah: “Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka?” Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

Allah mengatakan ada yang ketika dibacakan ayat-ayat allah mereka menyerang orang yang membacakan ayat-ayat kami dihadapan mereka.

Sama halnya, ketika ada wanita yang di ajak untuk menutup auratnya, banyak yang menyerang dengan mengatakan banyak orang yang menutup auratnya tapi hatinya buruk perilakunya tidak baik (padahal itu perkara lain). Wanita memang selain diperintahkan menutup aurat, juga diperintahkan untuk mempercantik hatinya, Salah satu perintah Allah untuk wanita adalah menutup aurat, jadi jalankan perintah Allah, maka Allah akan bantu untuk mendapatkan cintanya Allah SWT.

Contoh :

Seperti Qorun saat diseru, “Hai Qorun keluarkan zakat”, ia menjawab “Enak saja, aku yang capek-capek kerja hasilnya dikeluarkan untuk orang lain.”

Sama halnya, hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya…,tapi kebanyakan mengacuhkan ajakannya.

Al-Qur’an menceritakan tentang isi dada manusia. Qorun sudah tidak ada lagi saat ini,tetapi keadaan jiwa manusia berulang kembali. Sampai di neraka malaikat bertanya, “Hai manusia tidakkah ada yang membacakan ayat-ayatAllah kepadamu?”

Manusia menjawab, “Ada tapi aku malas mengamalkannya”. Malaikat berkata,“Masuklah ke neraka.” Termasuk dalam hal ini orang yang dibacakan ayat-ayat Allah tapi tidak mau mendengarkan. “Maka beritahulah ia dengan siksa yang pedih.”

Kata Allah, Orang yang tidak mau diberi peringatan seperti terdapat dalam firman Allah di surat Al A’raaf :179

  1. memiliki hati, tapi hatinya seperti hati hewan
  2. memiliki telinga, tetapi telinganya seperti telinga hewan
  3. memiliki mata, tetapi matanya seperti mata hewan

bahkan Allah mengatakan mereka lebih sesat lagi dari hewan.

dan Allah mengatakan di dalam Firmannya

QS. 2:6

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

KAFIR ITU BAHASA QUR’ANNYA MENENTANG Al QUR’AN.

QS. 41 ; 26

Dan orang-orang yang kafirberkata: “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka”.

Orang kafir itu mengajak hiruk-pikuk, tidakmendengarkan sungguh-sungguh (cuek).

Orang kafir itu ngaji atau tidak ngaji sama saja bagi mereka. Oleh karena itu kita hijrah,dari ngaji karena terpaksa menjadi ngaji yang sungguh-sungguh (jihad).

KAPAN ALLAH DATANG KEPADA KITA?

QS. 10 ; 61

Kamu tidak berada dalam suatuKeadaan dan tidak membaca suatu ayat dari AlQuran dan kamu tidak mengerjakan suatupekerjaan, melainkan Kami menjadi saksiatasmu di waktu kamu melakukannya. tidakluput dari pengetahuan Tuhanmu biarpunsebesar zarrah (atom) di bumi ataupun dilangit. tidak ada yang lebih kecil dan tidak(pula) yang lebih besar dari itu, melainkan(semua tercatat) dalam kitab yang nyata (LauhMahfuzh).

PESAN DARI ALLAH

QS. 6 ; 33

Sesungguhnya Kami mengetahuibahwasanya apa yang mereka katakan itumenyedihkan hatimu, (janganlah kamubersedih hati), karena mereka sebenarnyabukan mendustakan kamu, akan tetapi orangorangyang zalim itu mengingkari ayat-ayatAllah.

Kalau kita mengajak orang untuk beriman(membantu rasul), kita dimaki, dihina, terbakar hati kita sedih. Allah bilang, “Jangan sedih, dia bukan mendustakanmu tetapi ia mendustakan ayat-ayat Allah.”

Subhanallah, Allah maha baik, dan selalu sayang pada hamba2nya walau terkadang hamba2nya banyak yang lalai, tapi kasih sayangnya selalu diberikan.

Ya, Allah Ampunilah dosaku, Orangtuaku, saudarah2ku, guru2ku, dan tuntunlah kami kejalan lurusmu, berkahilah kami ya Allah.

Ya Allah, Ya Rabb Tambahkan Ilmuku, berilah aku faham, kasihilah kami, dan berilah kami ampunanmu, amin,amin, ya rabbal alamin.

Allah Ya Raqib (Allah Maha Mengawasi)

Manusia dituntut u/tidak lengah dalam mengawasi dirinya secara terus menerus agar bisa menolak bisikan nafsu/ menutup semua pintu masuk rayuan setan.


Tetesan Sang Pencipta

Penciptaan Manusia, Awal mula terciptanya manusia, seluruh manusia dahulu berkumpul di Alam Arwah (QS.7:172), kemudian ke Alam Iradah (kemauan Allah), lalu masuk ke Alam Rahim dan terlahir ke dunia, kemudian akan pulang kembali melalui beberapa stasiun di antaranya Sakarat (QS.79:1-9), Maut (QS.3:106-107),Barzah (QS.99-100), Kiamat (QS.36:51-53) kemudian Mahsyar (QS.32:12).

Saat di padang masyar, ditentukan kemana kita akan kembali, semua tergantung dari pilihan kita saat didunia, ada yang kembali ke tempat yang panas lagi sengsara (neraka), ada yang kembali ke tempat yang dingin lagi sejuk (syurga) ada yang kembali ke tempat yang lebih indah lagi istimewah (ridho Allah) (QS.9:72).

Selama didunia kita akan memilih sendiri ke tempat yang mana yang kita ingin kembali :

  • Jika mengikuti petunjuk-petunjuk dari Allah, maka akan kembali ke tempat yang sejuk lagi nikmat (Syurga)
  • Jika mengingkari dan mendustakan petunjuk (ayat2 Allah yaitu Al Quran) maka akan kembali ke tempat yang panas lagi sengsara (neraka) (QS.39:71-72).

Ternyata nanti ada yang memilih sendiri ke tempat yang panas lagi sengsara (neraka), pilihannya sesuai dengan amal perbuatannya selama di dunia, ketika sudah berada di dalam neraka nanti ada yang berteriak

Apa itu teriakannya ???

QS. 35:37

Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.” Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Ketika pilihan di dunia memilih tempat kembali ke tempat yang panas (neraka), dan di dalam neraka ada yang berteriak seperti di dalam firman Allah : QS.35:37

“Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.”

Jadi nanti ada sebagian penghuni neraka, yang dahulunya ketika di dunia dia mengerjakan amal saleh tapi masuk neraka, seperti yang tertera didalam firman Allah QS.35:37, dia berteriak memohon supaya Allah mengeluarkannya dari neraka dan dia akan mengerjakan amal soleh berlainan dengan amal soleh yang dahulu dia kerjakan. Jadi ada yang Selama didunia dia beramal soleh, melakukan sholat, haji, puasa, sedekah, baca al-quran, tapi dia masuk neraka juga, jadi jgn berpikir bahwa klo sudah sholat, sudah puasa, sudah haji bakal masuk surga, masya Allah, nah ini yang kita akan kaji… kenapa selama didunia dia melakukan amal sholeh tetapi masuk neraka, dan didalam nerakan berkata ingin melakukan amal soleh yang berlainan….???

Supaya nanti kita saat pulang tidak nyasar ke neraka maka kita pelajari dahulu siapa diri kita yang sebenarnya, dan apa amal soleh yang akan menyelamatkan kita.

Pengenalan Saya Tetesan sang Pencipta

Manusia terdiri dari jasmani dan rohani, kita hidup dikarenakan bergabungnya jasmani dan rohani, sehingga ada istilah santapan jasmani dan santapan rohani, ketika kita sedang mendengarkan ceramah2 keagamaan, mendengarkan kajian2 al-qur’an itu merupakan santapan rohani.

Diri kita bermula dari jabang bayi. Dari apa jabang bayi itu ?

QS. 23:12-14

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.(12) Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).(13) Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.(14)

Jadi asal kejadian jasad (tubuh) kita ini, yaitu Allah ceritakan dari saripati tanah, maksudnya berasal dari saripati tanah, apa yang kita makan misal makan sayur atau nasi, diambil saripatinya, karena semua itu berasal dari tanah, jika yang makan perempuan disimpan ditulang dada dan jika yang memakan laki2 disimpan ditulang punggung, lalu menikah, dan gabungan dari tetesan air itulah asal kejadian tubuh kita ini, setelah sudah sempurna didalam rahim, maka ditiupkan roh kedalamnya

QS.32:7-9

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.(7) Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.(8) Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.(9)

Karna kita akan kerja, maka roh itu diciptakan satu paket, paketnya ada yang berupa alat untuk bekerja, tenaga penggerak dan hiasan.

QS.22:46

maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

Jadi Allah mengatakan kepada kita, gunakan hati untuk memahami, tapi biasanya kita klo memahami itu menggunakan otak, tapi kenapa Allah menyuruh kita gunakan hati untuk memahami?? Jadi berarti hati itu ada yang dipergunakan untuk memahami, itu disebut hati yang dipergunakan sebagai akal.

Roh itu diciptakan satu perangkat, ada yang namanya hati untuk memahami, itu disebut sebagai akal, didalam hati yang dipergunakan untuk memahami ini disebut juga jiwa, dapat dilihat di firman Allah

QS.91:7-10

dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya)(7), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.(8) sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu (9), dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.(10)

Didalam hati yang dipergunakan untuk berfikir adalah jiwa, di dalam jiwa diilhamkan ada yang baik (takwa) dan ada yang fujur.dan yang mengajak untuk berbuat jahat adalah jiwa yang kotor, oleh sebab itu lama kelamaan hatinya akan jauh dari kebenaran, makanya didalam firman Allah QS.91:8-9, …beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan merugilah orang yang mengotorinya, jika jiwa ini hitam karena perbuatan kita, maka merugilah  kita hidup baik didunia maupun pulang ke akhirat nanti.Seperti yang di dalam firman allah QS.35:37, mereka berteriak didalam neraka, Mereka sholat, Mereka puasa juga, Mereka haji juga tapi jiwanya kotor kenapa?? Karena Mereka masih sholat ya sholat, nipu ya nipu, sholat ya sholat, jahat ya jahat, sholat ya sholat, dendam ya dendam, sholat ya sholat, iri jalan terus,sholatnya rajin, maksiatnya juga rajin, maka nanti didalam neraka mereka berteriak akan mengerjakan amal soleh berlainan dari amal soleh yang sudah dikerjakan selama didunia dahulu seperti dalam firman Allah QS.35:37, itu janjian, tapi tiada guna jika sudah didalam neraka… maka oleh sebab itu sebelum terjadi pada diri kita maka kita belajar dulu dari sekarang.

Manusia ini terdiri dari jasad, jasad saya ini namanya jiwa, jiwa manusia ada yang baik dan ada yang buruk, manusia diperintahkan oleh Allah SWT untuk menjaga jiwanya, klo manusia menjaga untuk selalu membersihkan jiwanya maka manusia tersebut termasuk golongan yang beruntung, tapi klo manusia tersebut mengotorinya maka manusia tersebut termasuk golongan orang2 yang merugi. Jadi ,untuk memilih tempat kembali ke akhirat itu, terserah pada manusiannya sendiri, amal soleh yang seperti apa yang telah dikerjakannya selama didunia ini!!! kemudian manusia diberikan oleh Allah Alat, untuk mengemban tugas kekhalifahannya selama didunia, Didalam diri manusia diberikan amanah 7, amanah 7 itu adalah qodrat (kekuatan) , iradat(kemauan), ilmu (pengetahuan), hayat (hidup), sami (mendengar), basir (melihat), qalam (berbicara). Manusia selain meiliki amanah 7, Allah juga memberikan tenaga penggerak(Hubbul 6) diantaranya hubbul mahdah (keinginan untuk dipuji), hubbul mal (keinginan mengumpulkan harta), hubbul Riyasah (keinginan menjadi pemimpin), hubbul huriah (keinginan berbuat semaunya/ tdk ingin diatur), (keinginan mengetahu segala sesuatu), hubbul jam’i (keinginan untuk berkumpul2), itu semua dimiliki oleh manusia, sudah jatah dari Allah, ketika roh ditiupkan kemudian diberikan juga tenaga penggerak (hubbul).

Mana diantaranya tenaga penggerak? Dapat dilihat di firman Allah

QS.3:14

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Didalam firman tersebut diterangkan, dijadikan indah pada pandangan manusia, dihiasi atau diinjeksikan kedalam diri manusia yang pertama kecintaan terhadap apa2 yang diingini : wanita2, cinta terhadap anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang2 ternak, dan sawah ladang, itulah hidup kesenangan didunia dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik atau syurga,

Manusia selain diberikan Amanah 7 dan Tenaga Penggerak (Hubbul) manusia juga diberikan hiasan seperti di dalam firman Allah SWT QS. 3:14, dijelaskan wanita dan harta sebagai perhiasan hidup didunia, diibaratkan sebagai pakaian dunia, jika tidak dipakai bisa kedinginan, jika salah pakai, maka berubahlah menjadi nafsu dunia. Jadi seharusnya perhiasan didunia itu dihiasi untuk RUH manusia, tapi kebanyakan dihiasi  untuk JASADnya (JIWA). Jiwa itu adalah  perantara antara jasad dengan hati manusia, jika perhiasan dunia itu salah dipakai maka yang ada akan menjadi nafsu, dan jika manusia mengetahui yang mana dirinya, maka akan membawa manusia itu bahagia. Jadi  inilah diri kita yang sebenarnya. Kita diisikan didalam jasad, diisikan berupa amanah 7, alat untuk bekerja yaitu (qudrat, iradah,ilmu, hayat,sami, basir,qalam), walaupun fisik (jasadnya) tidak sempurna atau cacat seperti kakinya buntung, matanya buta, tetapi Allah tetap memberikan amanah 7 kepada seluruh manusia. Misalnya Jasadnya Buta tetapi isi ruhnya sama tetap diberikan amanah7, hubul 6 dan hiasan, Bahkan banyak yang fisik matanya tidak buta, tetapi mata hatinya yang buta, kenapa mata hatinya bisa buta? Karena jiwanya itu menyebabkan mata hatinya buta.

QS.28:10

Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hati- nya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah).

Didalam firman Allah QS.28:10

Dijelaskan bahwa menjadi kosonglah hati ibu musa, yang didalam bahasa Arab bertuliskan fuaa’d. Hati yang dipergunakan untuk perasa

Sedangkan didalam firman Allah QS.22:46

Dijelaskan hati yang dengan itu mereka dapat memahami yang didalam bahasa arabnya bertuliskan quluub. Hati yang dipergunakan untuk berpikir

Didalam diri manusia terdapat dua hati, yang satu hati yang dipergunakan untuk merasakan(perasaan), dan yang satunya lagi hati yang digunakan untuk berpikir(memahami).

Dan kebanyakan, hati yang dipergunakan untuk berpikir menutup hati yang dipergunakan sebagai perasaan, sehingga banyak orang yang sering mengatakan mata hatinya sudah tertutup dikarenakan perbuatan-perbuatan buruknya, karna hatinya dipakai hanya untuk memikirkan dunia saja.

Seperti di dalam firman Allah QS.22:46

….. Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

Mata hati itu menjadi buta, dikarenakan tertutupi oleh perbuatan2 buruk kita sehari-hari, kita memiliki hati yang dipakai untuk berpikir tapi yang dipikirkan  hanyalah untuk memikirkan dunia saja, sehingga berubah menjadi nafsu, sehingga hati yang dipergunakan sebagai berpikir menjadi mengikuti nafsu buruk, sehingga mengotori hati dengan menaburkan penyakit-penyakit hati, seperti hasad, iri, Amarah, sombong, takabur, kufur nikmat bahkan keluh kesah, tertutuplah hati yang dipergunakan sebagai perasa, sehingga menjadi butalah mata hatinya, karena penyakit hati. Padahal saat Allah memberikan kepada manusia, hati itu suci bersih, tetapi kita kotori dengan perbuatan2 kita.sehingga menjadikan hati itu hitam lagi keruh, tapi yang disayangkan orang yang mengotori hatinya itu melakukan amal soleh, seperti sholat, puasa, zakat, Baca Al Qur’an bahkan haji, sehingga di dalam firman Allah QS.35:37, mereka berteriak didalam neraka. tuhan, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan….

Sholat, Puasa, Zakat, Baca Al Qur’an Bahkan Haji termasuk beramal soleh, tapi Allah tidak hanya menuntut itu kepada manusia, Allah Menyuruh Manusia untuk menjadikan Al Quran sebagai petunjuk dan peringatan yang harus di jalankan, bukan hanya sekedar membaca berulang2 kali, ataupun sebagai wiridan untuk duniawi. Salah satu tugas manusia didalam Al-Qur’an adalah menjaga hati agar tetap bersih dan suci, sehingga saat pulang ke akhirat tidak nyasar ke neraka.

Kebanyakan Orang Menghabiskan Banyak Uang dan hartanya untuk mempercantik JASADnya, dengan pergi ke Spa dan Salon2, mereka melupakan RUHnya yang butuh juga untuk di percantik, dengan memperbanyak berbuat baik, kasih mengasihi sesama manusia, bersedekah kepada orang miskin. Padahal diri kita yang sebenarnya Adalah Ruh kita, karena saat kita meninggal dunia yang kembali ke akhirat adalah Ruh, sedangkan Jasad kembali ke tanah karena berasal dari tanah, dan akan menjadi santapan cacing2… bertahun2 mempercantik JASAD… alhasil menjadi santapan cacing, bertahun2 mengabaikan ruh alhasil menjadi santapan api neraka, na u’dzubillah mindzalik.


to be continue

tetesan sang pencipta 2